TIADA KISAH PALING INDAH (3)
Aku kelas 2 SMA, jurusan IPS. Rudi juga IPS, setelah berusaha keras masuk IPA, namun IPA menolak. Akhirnya dia kembali ke takdirnya, IPS, tepatnya IPS 2, satu kelas denganku. Bahkan duduk bersebrangan. Saat itu Ramadhan. Seperti biasa, setiap Ramadhan selalu diadakan buka bersama. Aku janjian dengan Rudi untuk pergi bersama. Pukul 17.00, dia belum juga datang menjemput. Pukul 17.30, dia juga belum muncul. Pukul 17.45, pesan masuk dari Rudi. “Ya, aku nabrak orang, dan orangnya tidak mau berdamai. Kamu tunggu sebentar lagi ya. Ayah aku akan datang mengurusnya” Aku khawatir, juga kesal. Aku sudah terlambat. Aku tak membalasnya. Aku langsung menelpon Tama, teman lelakiku. “Tama, tolong jemput aku ke rumah” ...