THE QUESTIONS

Menangis dan diam menatap cermin, itu yang saat ini tengah aku lakukan
Bingung, sedih, marah, kecewa,  sakit semua menjadi satu
Dan terungkap lewat bulir-bulir tetesan air mata yang sejak tadi malam tiada henti menyisahkan cembungan kantung mata berwarna cokelat yang biasanya kau sentuh saat aku menangis

Langkahku seperti terhenti, jalanku menjadi gelap, entah karena aku yang tak mau berusaha mencari cahaya lain atau karena kau yang telah mengambil semua cahaya itu hanya untuk menyakitiku
Aku masih tak percaya akan semua ini
Apa yang telah terjalin bertahun-tahun kandas begitu saja tanpa aku mengetahui apa sebenarnya yang terjadi
Apakah kau sudah menemukan wanita lain yang benar-benar kau inginkan?
Apakah aku menyakitimu?
Apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi?
Apakah yang sedang terjadi sebenarnya?
Entahlah.
Aku bingung!

Aku seorang wanita yang selalu meminta  kepastian atas segalanya.
Diam yang kau lakukan membuat aku benar-benar rapuh.
Bagaimana tidak, kau sepertinya tidak ingin melanjutkan hubungan ini tetapi tidak memberiku kepastian, haruskah aku bertahan atau aku pergi.
Dua atau tiga hari lalu aku tahu kau bertemu seorang wanita cantik dan sejak dari situ semua keadaan ini berbeda.
Tapi entah mengapa, aku sudah tidak memiliki kecurigaan terhadap kau dan wanita itu
Yang aku sesalkan mengapa dengan mudah kau meninggalkan aku lalu menyalahkan jarak
Kau bilang hubungan jarak jauh pasti akan berantakan
Tidak ada  yang menjamin kata-katamu itu
Bahkan banyak bukti mereka yang berhubungan jarak jauh mampu mewujudkan impian mereka ke pelaminan
Bukan jarak yang salah, tapi hatimu yang tak bisa kuat untuk mencintaiku

Haruskah sesakit ini mencintaimu?
Haruskah serapuh ini kehilangan sosok dirimu?
Aku ingin mengikuti langkahmu yang meninggalkan aku
Tapi aku takut bila kau marah dan malah membenciku karena aku terus-terusan mengejarmu
Namun jika aku diam saja aku tidak sanggup
Hatiku selalu menginginkanmu

Sudah habiskah kisah cinta kita ini?
Sudah ditutupkah perjalanannya?
Terlalu banyak teka-teki pertanyaan antara kau dan aku
Aku hanya mampu terdiam melihat kepergianmu
Meneteskan air mata sambil menyebut nama Tuhan-ku agar tenang perasaan ini

Kau selalu saja mendapat tempat terindah didalam hatiku
Tidak bisa digantikan oleh siapapun
Kesetiaanku padamu yang membuat aku sakit
Bagaimana bisa aku yang bodoh ini hanya diam saja ketika mengetahuimu berkali-kali menyakitiku
Adakah wanita sebodoh aku yang terus mencintaimu? adakah kau temukan?
Tidak. Kau hanya menemukan mereka yang mampu membuatmu bahagia
Tidak seperti aku yang merelakan segalanya demi membuatmu merasa berarti

Akankah kau sadar setelah aku membuat tulisan-tulisan kesedihanku?
Akankah hatimu luluh dengan mengetahui segalanya?
Atau mungkin kau hanya tersenyum pahit dan mengatakan "dasar wanita lemah"

Aku membutuhkan jawabanmu.
Haruskah aku berhenti mencintaimu
Atau aku harus menunggumu kembali kepadaku lagi
Aku takut!
Aku takut tidak bisa berjalan tanpamu
Aku tulus mencintaimu hingga aku rela bertahan dan rela untuk kau sakiti
Kamu tidak akan menemukan cinta seperti cintaku

Aku tak habis fikir
Mengapa lelaki sepertimu yang dahulu begitu menyayangiku tega menjatuhkan aku hingga tak mampu bangkit kembali
Tidak layakkah aku buatmu?

Semua penuh dengan tanda tanya saat ini
Semua membingungkan
Dan terangkai dalam satu pertanyaan besar
Mengapa kau dengan mudah pergi meninggalkan aku?

Komentar

Postingan Populer