HATIKU
Bicara soal hati,
Pertanyaan yang mungkin akan selalu terdengar ditelingaku,
Kamu kok kelihatannya bahagia terus? Enak ya kamu, dia gak
pernah nyakitin.
Kamu beruntung bisa sama dia,
Sebagian orang yang mungkin tak mengenalku akan mengatakan
hal demikian,
Lalu mereka yang mengenalku begitu dekat akan terus
mengatakan,
Bodoh kali kamu, dia nyakiti kamu terus tapi masih aja kamu
sama dia,
Udahlah cari yang lain, lupakan dia,
Kamu itu punya hati jangan biarkan dia sakit terus,
tinggalkan dia yang nyakiti kamu, cari dia yang buat kamu bahagia,
Yah.. benar, aku memang harus mencari kebahagiaanku sebelum
hatiku tak berbentuk lagi,
Tapi mau bagaimana lagi harus aku lakukan
Dan mau berapa kali harus aku katakan
Kebahagiaanku hanya terletak pada dia,
Bahkan jika waktu bisa berputar kembali ke masa lampau,
Aku akan tetap memilihnya walaupun aku sudah tahu akhirnya
akan sesakit ini.
Aku bahkan tidak tahu seberapa lama akan bertahan dalam
ruangan yang penuh bunga indah, berdindingkan permen, beratapkan pelangi, namun
berlantai duri yang sering kita sebut cinta,
Luka ini perih, tapi semua sirna dalam sesaat saja jika kau
sudah mengatakan “aku hanya mencintaimu”
Mengapa aku begitu tersihir dengan mulutmu yang juga
mengatakan hal serupa dengan wanita lainya,
Pernah aku mencoba untuk pergi dan menjauhimu,
Namun hatiku menggebu-gebu dan terasa sakit atas rinduku
padamu,
Aku menahannya dengan berbagai doa berharap Allah menutup
hatiku untukmu dan membukakannya untuk pria lain,
Namun jawaban Allah lain,
Ia selalu saja menyatukan kita lagi dalam keadaan yang tidak
bisa kita tebak,
Cinta ini teka-teki yang sulit aku pecahkan,
Tiga tahun aku mencintamu serta kekuranganmu,
Tak pernah berkurang sedikitpun rasa dihati ini walaupun kau
mencoba membunuhnya,
Rasa sakit ini terus sembuh dengan sendirinya dan mencari
kembali hatimu sebagai tuannya.
Bernostalgialah,
ingatlah bagaimana
kau menemukanku,
bagaimana pertama kali kita bertemu,
bagaimana tanganmu menyentuh dan menggenggam tanganku,
tanganmu menghapus air mataku, tanganmu membelai rambutku, tanganmu yang menggendongku setiap kali aku sakit, tanganmu
yang menyelamatkan aku dari hal-hal jahat.
Ingatlah bagaimana kakimu melangkah mendekati aku, bagaimana
kakimu berlari saat aku terjatuh sakit,
Ingatlah bagaimana matamu menangis karena aku, bagaimana
matamu menatapku dari kejauhan,
Ingatlah bagaimana hatimu begitu khawatir saat aku hilang
entah kemana,
Kau begitu membuatku jatuh cinta berkali-kali dengan segala
perjuanganmu itu,
Lalu mengapa sekarang kau menjauhiku dan mencari yang lain?
Apakah kau berhenti mencintaiku? Apakah kau lelah berjuang
untukku?
Lalu mengapa kau tiba-tiba datang dan memberiku cinta lagi?
Lalu pergi lagi,
Sungguh cintamu adalah sebuah teka teki.
Sudah satu tahun aku terus menatap pintu kamarku,
Berharap kau datang dan mengetuknya, seperti waktu dulu,
Setiap hujan turun akan menjadi hal favoritku,
Dengan harapan bisa mengingat bagaimana dulu kita menikmati hujan bersama,
Setiap aku kembali kerumah, aku melihat kursi panjang didepan rumah,
Ada bayanganmu dan bayanganku sedang bercanda disana seperti saat-saat dulu
Aku merindukan sosokmu yang aku kenal dulu,
Tapi aku tetap mencintai dirimu yang mengabaikanku seperti sekarang,
Walaupun itu terasa menyayat hati
Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Bertahan? Aku terlalu sakit
Pergi? Aku tak akan mampu
Aku harus mampu? Tidak bisa.
Mengapa? Mataku, hatiku, pikiranku semua yang ada padaku tak
pernah lepas darinya,
Doa-doa ku tak pernah melupakan namanya,
Apakah dia juga melakukan hal yang sama padaku? Entahlah,
terlalu sakit untuk mengetahuinya jika dalam hatinya ternyata hanya ada bangkai
cinta untukku dan ada cinta baru yang sedang berbunga dalam hatinya.
Saat ini aku hanya bisa berdiam dan menetapkan satu
kepercayaan,
“jika dia benar mencintaiku, dia akan kembali lagi kepadaku”
Soal jodoh dan takdir, serahkan pada yang kuasa,
Dia yang mengatur segala kehidupan ini,
Dia yang membolak-balikan hati manusia,
Dia yang akan menentukan bagaimana akhir dari segalanya,
Percaya saja apapun akhirnya, semua adalah ketetapan yang
terbaik.
Komentar
Posting Komentar